Latest Entries »
Minggu pagi, waktu yang pas buat santai. Sambil santai, aku pengen nulis blog, mau berbagi pemikiran.
Selama lebih dari 23 tahun aku hidup di Kota Bandung, kota yang dikenal sebagai Paris Van Java dan juga Kota Kembang. Kalo diliat dari namanya, berkesan indah banget kan? Ya, memang indah. Tapi itu dulu. Sekarang udah ga berlaku lagi.
Yang mau aku bahas di sini bukan soal sampah. Rasanya udah basi kalo sampah terus yang diomongin, toh sampe sekarang masih ga ada solusinya. Yah, sebagai orang yang sering bepergian pake sepeda motor, setiap hari aku ngalamin yang namanya macet. Mau itu jalan besar atau jalan kecil, macet selalu terjadi di kota yang dulunya indah ini.
Setiap kali terjebak macet, aku selalu liat sekeliling aku. Pengendara motor banyak juga. Mobil-mobil juga ga kalah banyaknya. Wajar aja kalo macet kan? Tapi, kalo kita mau mikir kenapa sepeda motor dan mobil bisa begitu banyaknya digunakan masyarakat, jawabannya pasti karena sekarang ini memperoleh kendaraan-kendaraan itu cukup mudah. Pembelian bisa dilakukan secara kredit. Sudah banyak perusahaan leasing bertebaran di sini. Artinya, untuk membeli kendaraan yang diinginkan ga perlu nunggu sampe punya duit sebanyak harga kendaraan tersebut.
Mobil dan motor udah terlalu banyak. Perusahaan leasing juga banyak. Jadi siapa yang salah? Tukang bajigur-kah?
Kita ga bisa melarang perusahaan leasing untuk menjalankan usahanya. Mereka semua punya izin usaha yang sah. Kalo gitu, siapa donk yang harus disalahkan?
Beberapa waktu lalu, aku pergi dari rumah yang lokasinya di sekitar mall besar di Jalan Gatot Soebroto (mall apa lah namanya aku ga kenal) menuju lokasi praktek dokter di kawasan binong yang jaraknya ga lebih dari 2 kilometer. Waktu itu sore hari. Waktu tempuh yang aku butuhkan untuk sampai di tempat praktek dokter lebih dari 30 menit. Gila kan?
Sambil bersabar di tengah kemacetan di Jalan Gatot Soebroto (tepatnya sebelah timur mall besar itu), aku sempet liat sekeliling aku. Ternyata, banyak mobil-mobil yang isinya hanya 1 orang. Sejak hari itu, aku sering mengamati mobil-mobil di jalan, dan memang kebanyakan mobil-mobil itu hanya berisi 1 orang.
Aku tau, mereka yang di dalam mobil itu ‘punya duit’ dan mereka bangga dengan gaya hidupnya. Naik mobil pribadi yang berdimensi cukup besar (menurut aku cukup untuk 4 motor), nyalain AC mobil di tengah panasnya matahari apalagi sekarang bulan puasa, memang enak dan membanggakan.
Kalo emang cuma pergi sendirian atau berdua mah, naik motor aja deh. Lumayan buat hemat ruang. Panas-panasan dikit ga apa-apa lah, jangan manja. Kalo udah macet kasian pak polisi kewalahan. Inget, di sisi lain masih ada orang yang (contohnya) terpaksa harus pergi mudik sekeluarga naik motor. Itu bahaya kan? Ga kasian? Dunia ini udah penuh dengan ironi. Coba buka sedikit pikiran Anda! Hidup ga sendiri.
Sekedar saran aja, mungkin dengan menerapkan 3 in 1 di Kota Bandung ini bisa mengurangi kemacetan. Mobil yang berdimensi besar kalo diisi banyak orang kan jadi manfaat, dan kalo cuma 1-2 orang ingin bepergian kemudian lebih memilih menggunakan sepeda motor bisa menghemat ruang juga.
Sekian dulu aj deh bahasan kali ini.
Baru sempet nulis postingan lagi nih. Kali ini aku ingin sedikit share soal motor yang baru aja bergabung di kehidupan aku, hehehe. Yupz, motor Bajaj Pulsar 180 DTS-i. Motor asal India ini akhirnya jadi pilihan aku setelah sebelumnya aku berkali-kali berubah pikiran dari motor matic, Suzuki Satria FU, Yamaha V-ixion dan Suzuki Thunder.
Ceritanya gini, dulu waktu keputusan udah bulat buat milih Suzuki Thunder, ga sengaja aku ketemu Bajaj Pulsar 135 di perjalanan menuju Rancaekek (waktu itu lagi ada proyekan di sana). Awalnya aku kepincut sama desainnya yang aerodinamis banget. Nah pas pulang ke Bandung, di rumah aku browsing nyari info seputar motor itu. Ga sengaja aku liat Bajaj Pulsar 180 UG4, wah, langsung jatuh hati. Terus aku cari info spesifikasi teknisnya, liat-liat review-nya, dan yang terakhir cari lokasi dealernya. Ternyata di Bandung udah ada beberapa dealer Bajaj. Belum sempat berniat main ke dealer, suatu hari aku dateng ke pameran komputer di Landmark, Jalan Braga Bandung (Juli 2011), kebetulan di sana ada stand Bajaj. Aku ngobrol banyak sama Kang Hilman, salah satu staf marketing Bajaj Pulsar yang biasa dinas di dealer Bajaj Kopo.
Di stand itu terpajang 2 unit motor Pulsar, 1 unit Pulsar 135cc dan yang 1 unit lagi Pulsar 180cc. Aku langsung tertarik sama Pulsar 180cc karena kegagahannya dan fitur-fitur yang baru ada di UG4.
Beberapa minggu setelahnya, aku pesan Bajaj Pulsar 180 DTS-i warna merah. Tanggal 3 Agustus 2011 malam, Pulsar 180 warna merah diantar ke rumah. Setelah semua prosesi pengiriman selesai, langsung test ride malam itu juga.
Aku ngerasain tenaga motor yang ga biasa aku rasain. Akselerasi yang sangat baik, body motor yang stabil, dan yang pasti enak dikendarai. Sekali nyoba langsung betah. Di samping itu, aku terkesan sama indikator-indikator di handle yang ikut menyala saat lampu kecil (wolf-eye) dinyalakan. Kelebihan lain ada di lampu sign. Di Pulsar 180cc ini, lampu sign bisa mati secara otomatis, sama persis dengan lampu sign untuk mobil. Jadi setelah stang menikung dan kembali ke posisi lurus, otomatis lampu sign mati dengan sendirinya.
Beberapa fitur unik yang ada di Pulsar 180 UG4 ini di antaranya suspensi depan yang mengadopsi Pulsar 220. Lebih besar dari suspensi depan Pulsar 180 UG3. Rangka pun mengadopsi Pulsar 220. Untuk suspensi belakang menggunakan sistem hydraulic (gas filled) yang bikin duduk di motor serasa duduk di sofa. Fitur lain yang ada pada motor ini yaitu fasilitas penghitung jarak (dalam kilometer) yang tersedia dalam 2 trip (trip 1 dan trip 2) yang masing-masing bisa di-reset. Oh ya, Pulsar 180 UG4 ini sudah menggunakan stang jepit dan split seat yang sangat berkesan sporty. Lihat spesifikasi.
Ada kelebihan pasti ada kekurangan donk. Nah, yang aku ga suka dari Pulsar 180 UG4 ini tu bobotnya yang sangat sangat berat untuk orang seukuran aku. Selain berat, motor ini juga tinggi. Sekedar informasi, tinggi badan aku 164cm dan berat badan 50kg, kurus kan? Buat mendorong motor ini sendirian juga perlu tenaga ekstra.
Pulsar 180cc ini memiliki ban depan dengan compound yang keras. Compound keras inilah yang sering dikeluhkan para rider yang menganggap ban keras ini cukup licin sehingga sering mengakibatkan motor sliding. Waktu motor Pulsar ini dianter ke rumah, orang dealernya sempat ngingetin untuk hati-hati saat kondisi jalanan sedang basah/hujan. Sebaliknya, untuk kondisi jalanan yang kering, ban ini cukup aman untuk digunakan bermanufer. Menurut aku sih, gimana pun kondisi jalannya, yang penting kita berkendara secara aman, ga akan celaka. Toh kita beli motor ini bukan buat balapan atau ugal-ugalan kaya anak ABG labil (ababil).
Sampai tulisan ini aku buat, Pulsar 180 aku masih belum punya nomor polisi. Jadi belum bisa aku bawa ke jalan raya. Mudah-mudahan di hari raya Idul Fitri nanti sudah ada nomor polisi berikut STNK-nya, biar bisa dipake berkunjung ke rumah saudara-saudara dan teman-teman. Oke, terima kasih sudah baca postingan aku kali ini. Ini hanya sekedar berbagi pengalaman. Plus-minusnya, silakan berkomentar. ^_^
Hari ini, 16 Juni 2011, seperti biasa kalo nyampe kantor aku buka beberapa web. Selain karena kerjaan aku sebagai web administrator salah satu perusahaan travel di Bandung, juga karena kebiasaan kali ya, lOl.
Ada yang beda untuk hari ini. Ya, sesuai judul posting ini, hari ini aku lihat tema Google sedikit unik. Logo Google memang sering berubah-ubah berdasarkan event yang sedang up to date. Untuk yang kali ini, Google membuat tema gerhana bulan yang sangat langka. Uniknya, tema ini tidak hanya menampilkan gambar statis. Google membuat semacam slide-bar yang bisa digeser dari kiri ke kanan dan hasilnya akan terlihat sebuah urutan penampakan gerhana bulan seperti yang kita semua saksikan tadi malam.
Ini merupakan salah satu bentuk kreativitas yang dipamerkan Google melalui tampilan awalnya. Sederhana memang, tapi inilah yang akan membuat para pengunjung setianya tidak merasa bosan dengan tema yang itu-itu saja.
Bagi Anda yang saat ini belum membuka halaman Google, segeralah mencobanya. Mainkan slide yang ada di bawah gambar sesuka Anda. Menarik! Empat jempol buat Google!





